Bagian A

Konsep Stroke

Lima hal dasar yang perlu dipahami setiap keluarga: apa itu stroke, apa penyebabnya, bagaimana mengenali gejalanya secepat mungkin, bagaimana penanganannya di tiap tahap, dan apa risiko yang mengintai bila terlambat ditangani.

01
Konsep Dasar

Pengertian Stroke

Stroke merupakan penyakit penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah jantung dan kanker, sekaligus penyumbang terbesar disabilitas pada usia produktif. Sekitar 80–85% kasus terjadi pada bagian supratentorial yang memicu kelemahan pada ekstremitas atas (hemiparesis), sementara stroke pada bagian infratentorial umumnya bergejala vertigo, disartria, disfagia, dan ataksia. Kelemahan otot pada pasien post stroke bersifat menetap pada koordinasi gerakan, baik motorik halus maupun kasar.

Area Terdampak

Supratentorial 80–85% Infratentorial Hemiparesis 73%
02
Dua Kelompok

Penyebab & Faktor Risiko

Faktor risiko stroke terbagi menjadi dua: yang tidak dapat dikendalikan — genetik, usia (dapat terjadi mulai usia 18 tahun), jenis kelamin, dan ras — dan yang dapat dimodifikasi, yaitu hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, kadar hematokrit tinggi, kontrasepsi oral, penurunan tekanan darah berlebihan jangka panjang, penyalahgunaan obat, dan konsumsi alkohol. Riwayat penyakit keluarga, hipertensi, kolesterol total, dan LDL juga terbukti menjadi faktor risiko dominan pada pasien rawat inap stroke.

Tidak Dapat Dikendalikan

Genetik Umur Jenis Kelamin Ras

Dapat Dimodifikasi

Hipertensi Diabetes Kardiovaskular Rokok & Alkohol
03
Kenali Secepatnya

Tanda & Gejala — Ingat FAST

Gejala stroke muncul mendadak: kelemahan wajah, lengan, atau kaki pada satu sisi tubuh (hemiparesis/hemiplegia), kesulitan merangkai kata (disartria), kesulitan menelan (disfagia), pengelihatan ganda atau hilang sebagian, gangguan keseimbangan (ataksia), gangguan bicara dan memahami kata (afasia), hingga defisit kognitif dan emosional seperti kehilangan memori, labilitas emosi, dan depresi. Masyarakat cukup mengingat empat huruf berikut untuk bertindak cepat.

Metode F.A.S.T.

Face — wajah merot sebelah
Arm — lengan lemah sebelah
Speech — bicara pelo/kacau
Time — segera hubungi 119/IGD
04
Tiga Tahap

Penatalaksanaan Stroke

Penanganan dibagi tiga tahap. Pre Hospital mengandalkan 3D — Detection (mengenali gejala mendadak), Dispatch (mengaktifkan layanan gawat darurat), dan Delivery (transportasi cepat ke rumah sakit yang tepat). Intra Hospital berfokus pada reperfusi aliran darah otak, pencegahan trombosis berulang, dan perlindungan syaraf. Post Hospital mencakup pencegahan komplikasi, rehabilitasi, dan edukasi kesehatan berkelanjutan.

Hampir 95% kejadian stroke bermula di rumah, sehingga kecepatan pengenalan gejala oleh keluarga sangat menentukan hasil akhir perawatan.

Golden Hour

Jendela efektif pemberian fibrinolitik adalah 3 hingga 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Detection Dispatch Delivery
05
Bila Terlambat

Komplikasi — Hemiparesis

Hemiparesis adalah kelemahan otot pada satu sisi tubuh akibat stroke, umumnya melibatkan otot lengan, wajah, dan kaki. Sekitar 70–80% pasien yang terkena stroke mengalami hemiparesis; hanya 20% yang mengalami peningkatan fungsi motorik, sedangkan lebih dari 50% mengalami gangguan fungsi motorik kronis. Dampaknya terasa pada aktivitas sehari-hari seperti berpakaian, makan, dan pergi ke kamar mandi — sehingga penanganan sedini mungkin sangat menentukan hasil pemulihan.

Data Hemiparesis

70–80% pasien terdampak 20% membaik >50% kronis